Pelatihan dan Lokakarya Strategi Pendampingan Belajar Anak Usia Dini dalam Pembelajaran Daring untuk Peningkatan Kualitas dan Kepercayaan Orang Tua Mendidik Anak di Kecamatan Sukun Kota Malang

Implementasi kebijakan pembelajaran daring pada anak usia dini menimbulkan berbagai problema, baik itu dari pihak orang tua, anak, dan lingkungan. Hasil survey yang dilakukan terhadap 125 orang tua dan wali murid di beberapa kelurahan Kecamatan Sukun Kota Malang ditemukan, bahwa sebanyak 97 orang tua mengalami kendala dalam memahami dan mengimplementasikan pembelajaran daring dalam pendampingan belajar anak. Berdasarkan data tersebut Tim Pelaksana Pengabdian Kepada Masyarakat dari Universitas Negeri Malang yang diketuai Dr. Hardika, M.Pd bekerjasama dengan Suparmi, S.Pd.I, M.Pd selaku Ketua HIMPAUDI Kecamatan Sukun Kota Malang sepakat melaksanakan Progam Pelatihan dan Lokakarya dalam Strategi Pendampingan Belajar Anak Usia Dini dalam Pembelajaran Daring untuk Peningkatan Kualitas dan Kepercayaan Orang Tua Mendidik Anak di Kecamatan Sukun Kota Malang.

Gambar 1. Leaflet Workshop dan Lokakara Pelaksanaan Pengabdian secara Online

 

46 lembaga PAUD peserta berjumlah 51 dari unsur pendidik di lingkungan Kecamatan Sukun dan 26 orang tua, sehingga keseluruhan jumlah peserta adalah 77 orang yang terlaksana secara online dan maupun off line. Secara virtual kegiatan yang dikemas dalam bentuk workshop dan lokakarya ini dilaksanakan pada hari Minggu, 18 Juli 2021 dengan menghadirkan peserta yang terdiri dari unsur pendidik, orang tua peserta didik, pengurus HIMPAUDI dan juga Penilik  PAUD Kecamatan Sukun dari Diknas Pendidikan Kota Malang. Pelaksanaan Workshop dan Lokakarya tersebut secara online dihadiri para narasumber dari akademisi dan juga praktisi Pendidikan Anak Usia Dini yang mumpuni diantaranya adalah Ibu Rahayu Ashari S.Pd sebagai praktisi PAUD berprestasi nasional dan pengelola, serta pengurus HIMPAUDI Kota Malang, dan  Ibu Dila Umnia Soraya, M.Pd seorang akademisi dari Pendidikan Teknik Informatika Universitas Negeri Malang.

Gambar 2. Persentasi Pemateri dalam Pelaksanaan Pelatihan dan Lokakarya

Pelaksanaan pelatihan dalam program pengabdian kepada masyarakat ini bermanfaat bagi peserta, karena: 1)  dapat menambah pengetahuan peserta terkait strategi pendampingan pembelajaran secara daring. 2) dapat mengubah mindset terkait kondisi pelaksanaan pendampingan pembelajaran secara off line maupun online menjadi hal yang tidak lagi perlu ditakutkan namun dapat menjadi aktivitas yang menyenangkan, penuh tantangan menarik yang harus diselesaikan, dan memiliki banyak manfaat bagi pengembangan potensi diri serta pendidikan bagi anak. 2) dapat mengembangkan keterampilan mengelola IT sebagai sarana belajar yang fleksibilitas, kolaborasi, kelancaran proses belajar  bagi capaian perkembangan anak.

Antusias peserta tampak selama proses pelaksanaan pelatihan. Kepiawaian para pemateri menyampaikan pengetahuan dan keterampilan tentang penggunaan IT selama daring menjadi hal yang sangat dinantikan. Hal tersebut terbukti dengan kepuasan peserta yang menunjukkan, 56% dari peserta berharap pelatihan sejenis ingin diselenggerakan kembali, 30% peserta juga berharap ada pendampingan langsung dalam aktivitas praktik pembuatan media pembelajaran berbasis aplikasi teknologi, dan 14% peserta berharap adanya layanan sharing dari lembaga bagi orang tua untuk memberi solusi belajar secara daring yang harus dilakukan di rumah.

Melalui Pelatihan dan lokakarya ini, maka harapan terbesar adalah aktivitas pendampingan belajar secara daring bagi para pendididik dan orang tua peserta didik anak usia dini dapat tercapai dengan baik dengan keselarasan tujuan belajar dari sekolah dan juga rumah. Kesepahaman dan saling melengkapi antara sekolah dan rumah sebagai pendukung dalam proses belajar sangat diperlukan bagi setiap orang dewasa yang ada di sekitar anak. Luasnya jejaring teknologi tidak serta merta menjadikan disorientasi pendidikan berkembang liar tanpa kendali. Sehingga, penyadaran akan pendampingan pembelajaran bagi anak tetap menjadi senyawa bagi tumbuh kembang yang maksimal sesuai harapan pendidikan anak usia dini baik secara kognitif maupun afektif (Red).

 

author
No Response

Comments are closed.