FORUM KOMUNIKASI DOSEN, MAHASISWA & ALUMNI

    • Forum
    • Topics
    • Posts
    • Freshness
    • hari kebangkitan nasional

      Minggu lalu ada instruksi dari pimpinan bahwa dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional, semua PNS di Lingkungan Universitas Negeri Malang memakai baju batik. Hal ini mungkin karena batik merupakan pakaian khas Indonesia. Ini merupakan simbul bahwa kita mencintai kebudayaan bangsa sendiri. Jepang berkembang berbasis pada kebudayaannya sendiri. Korea Selatan juga demikian, tetapi mereka merupakan raksasa-raksasa ekonomi yang luar biasa. Bagaimana dengan kita di Indonesia? Kita lupa memiliki bahasa Jawa, bahasa Bali dan bahasa daerah yang begitu beragam yang penuh dengan nilai-nilai moral dan karakter. Kita juga lupa bahwa kita memiliki beragam adat-istiadat yang menjadi tonggak-tonggak kebudayaan bangsa. Kita hanya ingat bahwa yang dari luar itu begitu istimewa. Kita mengagung-agungkan artis, pemain sepak bola dari luar ibarat Dewa. Hanya dapat bersalaman dengan tokoh-tokoh tersebut gempita kita menjadikan kita pingsan. masih banyak lagi "Indonesia" yang telah kita lupakan dalam kehidupan kita.

      Momen Hari Kebangkitan Nasional ini sudah selayaknya kita jadikan momentum untuk refleksi diri. Ketika anak tersandung batu, kita berikan penjelasan kepada anak bahwa batu itulah yang salah, bukan anak. Ini satu contoh kecil saja dalam pendidikan kita. Mari kita kembalikan "Indonesia" dengan ragam kebudayaannya dalam hati nurani kita yang paling dalam. Mari kita bangkit berazaskan pada prinsip kebangsaan yang sesungguhnya. Sekecil apapun produk kita hari ini adalah pondasi bagi kelangsungan bangsa ini. Mari berkarya, terus berkarya dan berkaryalah demi bangsa ini. Selamat Hari Kebangkitan Nasional.

    • 0
    • 0
    • No Topics

    • Implementasi Pendekatan Saintifik dalam K13, antara Harapan dan Kenyataan

      Kurikulum 2013 PAUD sudah diterapkan secara bertahap mulai tahun ajaran 2014-2015. Beberapa pedoman penerapan kurikulum 2013 juga sudah diterbitkan bahkan diperbaharui tahun 2015. Selain itu beragam upaya sosialisasi juga sudah dilakukan seperti seminar, loka karya dan bimtek tentang kurikulum 2013 juga sudah dilaksanakan mulai dari tingkat pusat sampai pada tataran ujung tombak, yaitu guru di lapangan.

      Namun kenyataan di lapangan, ternyata implementasi pendekatan ini dalam pembelajaran masih sulit direalisasikan. Beragam pendapat terjadi, misalnya bahwa: (1) urutan langkah-langkah dalam pendekatan saintifik harus dilaksanakan secara urut mulai dari mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, menalar dan mengkomunikasikan; (2), berdasarkan pedoman perencanaan yang terbaru, pendekatan tersebut hanya disarankan, dan kegiatan utama pada kegiatan inti tetap terdiri dari 3 kegiatan pokok sebagaimana pada SKH sebelum penerapan K13; (3) masih ada kerancuan dalam rumusan materi baik pada pedoman maupun pada RPPH yang ditulis oleh guru; (4) pada tataran terapan sehari-hari, kegiatan bertanya lebih banyak/didominasi oleh guru; (5) pembelajaran cenderung berpusat pada guru, dan betapa sulitnya mengubah mind set ke arah pembelajaran yang berpusat pada anak.

      Berdasarkan kenyataan tersebut, penulis berpendapat, bahwa ada kekurangpahaman tentang hakiki dari pendekatan saintifik, sehingga muncul kegamangan dalam pelaksanaannya. Oleh karena itu penulis berpendapat bahwa perlu ada sinkronisasi tentang pemahaman, dan keterampilan dalam menerapkan pendekatan saintifik antara unsur pengembang kurikulum, akademisi, pengawas dan guru. Forum ini diharapkan mampu mewadahi pendapat-pendapat ilmiah mengenai hal tersebut. Kepada pihak-pihak yang kompeten dan memiliki perhatian yang serius terhadap hal ini, dipersilakan menulis komentar atau pendapatnya, sehingga dapat menemukan titik terang mngenai arah dan roh dari pendekatan saintifik dalam kurikulum PAUD 2013. Selamat berdiskusi. be smart with ece (kalab ksdp2018)

    • 0
    • 0
    • No Topics